Jumat, 07 Oktober 2011

diklat for fun

Seminggu ini terasa berlalu begitu saja, tanpa perlu capek menghitung hari. Berbeda dari minggu-minggu biasanya. Kamu tahu kenapa? Karena... saya di utus kantor untuk mengikuti diklat di Badan Diklat Provinsi. Awalnya sempat khawatir juga karena diklat yang akan saya ikuti ini berhubungan dengan penatausahaan keuangan daerah. Nah lho....:p Kamu ngapain disana Cha???? Hehehe,,saya juga manyun waktu di bilangin Pak Bos mengikuti diklat ini. Secara latar belakang pendidikan saya bukan temen-temennya ekonomi dan keuangan. Di kantorpun saya bukan bendaharawan atau pembantu bendahara atau orang yang notabene kerjaannya ngurusin duit. Makanya waktu surat tugas itu ada di tangan saya, saya masih bingung, why me gitu lohh... ^^

Tapi walau bagaimanapun juga, saya tetap semangat menerima tantangan ini. Kekhawatiran harus segera dilenyapkan. Bayangan suatu warna baru yang akan saya dapatkan berkelip-kerlip indah dalam pikiran. Saya harus coba menerima tugas dan kesempatan ini. semua hal saya persiapkan menjelang mengikuti diklat. Mulai dari ngumpulin baju putih, membuat surat perintah tugas, sampai persiapan mental jika andai di diklat hanya saya seorang yang bukan orang keuangan. Kalau iya, melongolah saya dan saya tidak mau hal itu terjadi. Walau bukan orang keuangan, saya bisa mengikuti diklat ini, dan saya akan mempelajari suatu pelajaran dan pengalaman baru. Dan jikapun bahan ajar di diklat nantinya akan sulit saya pahami, setidaknya saya akan memiliki koneksi dan kenalan dengan rekan-rekan dari SKPD lain. Tepe-tepe mah kata abegeh... hehehehe....

Ternyata, lima hari yang saya lalui seminggu ini terasa lain. Tidak ada rutinitas kantor dengan apel pagi dan apel sore yang harus dijalani. Berangkat ke diklatpun agak siangan, tidak seperti jam kantor. Tidak ada pulang kantor yang seenaknya aja, Semua manut dengan peraturan diklat yang telah disepakati. Diklatpun berlangsung santai dan tidak diribetkan dengan hal-hal yang rumit. Pesertapun satu sama lain mudah bersosialisasi dan bersahabat. Kebanyakan peserta adalah yang memang sudah malang melintang di dunia perbendaharaan atau keuangan.  Tapi saya mah cuek aja, karena juga ada temennya yang bukan dari keuangan. Jadi saya ga melongo sendiri, hehehe...

Memang dasar namanya diklat ya, metode pengajaran yang dilakukan tetap saja monoton. Seperti kaya belajar di kuliahan. Pematerinya hanya duduk menerangkan slide. Sementara kami para peserta sibuk dengan urusan msing-masing. Saya yang memang di awalnya tidak paham dengan apa yang sedang dibicarakan pemateri, lebih memilih meoret-oret kertas catatan dengan tulisan dan gambar-gambar aneh, dan sesekali mengganggu peserta lain dengan pernyataan, "saya ga ngerti ini lagi bahas apa"

Pada hari pertama sampai hari ketiga sukses saya lewati hanya dengan memandang slide di depan dengan tampang pura-pura mengerti. Kata temen saya dulu dikuliahan, saya sangat jago dalam memasang tampang, hahahaha.... Dan itu yang saya praktekan saat itu. Dan sayapun sukses melalui tiga hari dengan hanya senyum-senyum tebar pesona doang.
Materinya berat, bagi saya yang anak teknik yang lebih suka kepraktisan. Terlalu njlimet memang soal uang-uang ini. Saya lebih tertarik ketika ada pemateri menjelaskan memakai diagram alir dan mengadakan diskusi kelompok. Lebih masuk ke benak saya daripada harus mendengarkan pemateri berceloteh di depan kelas. Akhirnya pada hari ke empat dan kelima, untuk menghindari kebosanan dan mengurangi dosa mengganggu orang lain saya memutuskan membawa si lappy ke kelas. Jika materinya kurang menarik, saya lebih memilih fokus dengan si lappy dan blog saya dibandingkan harus memasang muka pura-pura mengerti lagi, hehehe.... Toh saya berpikir, materinya bisa saya copy dan saya baca di rumah. 

Lepas dari keadaan itu semua, hari-hari saya jalani dengan ceria. Tidak ada beban pekerjaan kantor yang harus diselesaikan. Semua peserta sepertinya memang menjadikan diklat sebagai ajang untuk menyegarkan/ merefresh pikiran dari rutinitas kantor yang cukup membosankan. Usia para peserta beragam. Mulai dari CPNS seperti saya yang baru lulus tahun ini sampai dengan ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah dinas bertahun-tahun sebagai abdi negara. Tapi, walau usia yang bertaut jauh, tidak ada jarak diantara kami. semua melebur bercanda dan berbagi. Baik berbagi ilmu dan pengalaman maupun berbagi permen dan kacang goreng di sela-sela belajar dan traktiran pempek di waktu jam snack pagi, hehehe...

Jam istirahat snack dan makan siang adalah jam favorit kami. Ya iyalah, hahaha... =D
Yang membuatnya begitu istimewa adalah kami akan berkumpul, berbagi cerita, dan bercanda sembari menikmati teh atau kopi dan kue-kue yang disediakan panitia. Dan kamilah, anak-anak baru yang sering menjadi bahan becandaan, tapi seneng aja,,,,dan setelah itu, kami akan dapat traktiran pempek dari para senior-senior itu (baca: ibu-ibu, red). O iya, kalian jangan heran yah, kalau di daerah Jambi dan Palembang, pagi-pagi orang-orangnya terbiasa sarapan pempek lengkap dengan cuka pedes asemnya...hmmm....yummmyyy.... saya juga jadi terbiasa  jadinya. Dan setelah makan siang, setelah sholat Zuhur di mesjid, berbaring bersama sambil berbagi cerita menjadi acara kami menjelang jam setengah dua.Ada saja topik pembicaraan yang bisa dibahas. Mulai dari berbagi pengalaman sewaktu mengikuti prajabatan sampai masalah jodoh.... teteeeeuuppp ^^

Tak terasa, lima hari terlewati sudah. Tiba-tiba saya begitu malas untuk meninggalkan diklat ini. Kedekatan sebentar yang terjalin begitu nyaman di hati saya. Dan hari Senin depan saya harus kembali melaksanakan rutinitas kantor. Bekal dari ilmu keuangan memang belum banyak saya dapatkan, karena kebanyakan bengongnya, tapi saya akan belajar. Diklat ini hanyalah sebagai media penyampai proses belajar, namun belajar yang sebenarnya adalah bergantung pada kemauan dan kesanggupan kita untuk menerima tantangan. Belajar bukan hanya sekedar teori yang tertera dalam slide pemateri, tapi bagaimana teori-teori itu bisa menjadi pendukung pengalaman kita dalam mempelajari sesuatu. Dan hasil belajar dari diklat tersebut bukan hanya sekembalinya saya dari pelatihan ini saya akan bisa melakukan semua penatausahaan keuangan saja, tetapi juga bagaimana saya bisa menjalin hubungan yang baik dengan sesama peserta lainnya. Lima hari dalam kebersamaan membuat kita menyadari bahwa belajar tak hanya terkungkung dengan pola pikir kita tapi bagaimana memperluas cara pandang dalam mengelola pola pikir tersebut. dan diklat ini memberikan isyarat tak tertulis akan hal itu. 

Hari Senin depan saya akan kembali ke kantor, kembali dengan rutinitas yang mungkin akan menjenuhkan, tapi saya akan kembali dengan baterai full-charged akan sebuah semangat untuk tetap belajar. Happy do your routine, pals... ^_^



7 komentar:

Kang Harjho 35 mengatakan...

yach begitulah hidup mbak,, harus senantiasa kita isi dengan belajar dan terus belajar sampai kita tak mampu lagi untuk belajar... :)

terkadang apa yang kita lakukan memang bukan sesuatu yang menjadi background atau keahlian kita,, tapi disitulah selalu ada hikmah yang dapat kita petik dan kita jadilah pelajaran baru...

salam silaturrahmi and salam blogger... keep spirit... :)

zasachi mengatakan...

wuih sepertinya seru bgt ya cha..:-D
minggu ini giliranku cha, diklat prajab. aq berharap bs menikmatinya seperti dirimu menikmati diklatmu. Tp wallahu a'lam deh.. Doain ya cha :-)

Fairysha mengatakan...

@Kang Harjho:
yup bener kang, makasih supportnya...^_^

@Zasachi:
Wew...udah prajab aja Za,,,wah, kalo aku belum tahu kapan nih..iya deh, mudh2an prajabnya menyenangkan ya Za,,dan lulus sebagai PNS yang sebenernya... :)

Chilfia Karunianty mengatakan...

keep spirit, girl :)

Urkhan mengatakan...

hai fairysha apa kabaaar ? :D
udah lama enggak main kemari. hehe..

ngebaca postingannya jadi kangen diklat osis dulu.. huuu

www.urkhanblog.com

Fairysha mengatakan...

@Chilfia Karunianty:
Okay... :)

@Urkhan:
alhamdulillah kabar baik, urkhan...
hehehe..tengkyu maen2 kemari.. :)

Asop mengatakan...

Well well, tampaknya sang pemberi materi di diklat harus dapat didikan juga, mengenai teknik presentasi yang komunikatif dan menarik. :(

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...