Minggu, 23 Oktober 2011

bukanlah kisah siti nurbaya


pict from google

Kemaren malam, seorang teman dekat menghubungi saya untuk berbagi cerita. Dan suatu kebahagiaan ketika mendengar gelak tawanya lepas kembali setelah beberapa waktu ini cerita sedih selalu diutarakannya setiap menghubungi. Sekarang ia sedang bahagia. Permasalahan yang beberapa waktu lalu telah terselesaikan.  Dan sebuah keputusan besar telah diambilnya  dengan keyakinan untuk menjalani. Keputusan apakah itu? Menerima calon yang dikenalkan orang tuanya. Hellloooww…. Ini bukan zaman Siti Nurbaya lagi kan? Bahkan, kisah Siti Nurbaya yang sebenarnya bukanlah mengenai kisah kawin paksa seperti yang melegenda di masyarakat  selama ini. Orang tua Siti Nurbaya tidak pernah memaksa anaknya untuk menerima lamaran Datuk Maringgih sebagai kompensasi atas hutang-hutang ayahnya. Siti Nurbaya sendirilah, yang mengikhlaskan diri dan hatinya sebagai wujud bakti dan cinta seorang anak kepada orang tuanya. Jadi sama sekali, jangan samakan kisah Siti Nurbaya sebagai kisah kawin paksa. 

Kisah sahabat sayapun bukanlah kisah Siti Nurbaya ataupun kisah kawin paksa yang sebenarnya. Ia hanya terjebak dalam kedangkalan komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam rencana besar itu, yaitu dia, calonnya dan orang tua serta keluarga besarnya. Tapi ketika di akhir episode ceritanya ini, kedangkalan itu dapat digali hingga ruang lapang tersedia bagi jalan mereka. Dan saat ini, ia bisa menarik nafas lega sementara, sebelum melanjutkan perjalanannya menuju tujuan yang mereka inginkan. Dan saya bercerita disini, tidak ada maksud untuk membeberkan kejadian-kejadian sebelumnya, tapi hanya untuk berbagi kisah, dengan harapan ada hikmah terselubung dari kisah ini yang bisa dipetik dan ia sudah mengizinkan saya untuk menceritakannya kepada kalian.

Kisah ini berawal, ketika ia untuk kesekian kalinya meminta pendapat saya untuk ikut serta memberikan penilaian terhadap calon yang diajukan orang tuanya. Seperti biasa, saya bersemangat mendukungnya untuk segera memilki pendamping. Dan saya sangat maklum dengan kekhawatiran orang tuanya, mengingat umur kami yang sudah pantas untuk menggendong bayi. Dan mereka juga pasti sudah merindukan panggilan manja dari generasi penerus kami. Orang tua saya juga pasti menginginkan hal seperti itu. Bedanya, saya sudah ‘membawa’ seseorang itu kepada keluarga besar dan insyaallah, jalannya akan segera saya tempuh. Sementara teman saya, saat itu belum juga mengambil sikap atas keinginan orang tuanya, hingga keluarga besarnya ‘heboh’ mencarikan ‘seseorang’ itu.  Dan entah kenapa, sudah lama proses seperti itu berlangsung, beberapa tahun belakangan ini, semua calon yang diajukan sukses kami (saya ikut andil sebagai si pengambil keputusan) tolak. Dan kisah ini, juga mungkin akan berakhir sama, jika saja kesabaran itu berbatas. 

Saya masih ingat, tersedu-sedu dia menangis menolak proses ini karena melihat calonnya bersikap seolah-olah ini adalah hal kecil dan remeh temeh. Sementara teman saya selalu didesak keluarganya untuk segera mengambil sikap. Sikap yang seperti apa?????, geramnya, jika calonnya itu saja tidak bergerak sama sekali, maju tidak, mundurpun tidak. Teman saya stress tingkat tinggi. Sayapun kollaps memberinya semangat, karena saya sendiripun geram dengan permasalahannya. 

Saya hanya mampu menghiburnya dengan kata-kata sabar. Ini adalah jalan yang harus dilalui. Dan seberapa kuatpun ia menyangkal, beban itu sudah ditaruh dipunggungnya, dan ia harus tetap melangkah membawa beban itu hingga garis finish yang sudah ditetapkan. Akhir dari masalah ini sudah ada, tinggal menjalaninya dengan sikap yang sabar dan lapang dada. Apapun tujuan dari kisah ini, ada ‘sesuatu’ yang terselip di balik ini semua. Jika berakhir dengan komitmen kebersamaan, beban ini akan menjadi modal bagi mereka berdua dalam menjalani bahtera selanjutnya. Bahwa mereka berdua pernah terseok karena kerikil-kerikil tajam, tapi mampu berjalan hingga ke ujung. Dan jika seandainya berakhir tanpa kebersamaan, ini akan menjadi sesuatu hal yang ia yakini sebagai salah satu cara Rabb  untuk menguji kedewasaannya dalam menjalani hidup.

Hidup itu adalah untuk memilih. Ia tidak boleh larut dalam permasalahan yang mendayu-dayu menguras kekuatan fisik dan pikiran. Ia harus segera mengambil sikap. Maju atau mundur sekalian. Mau tidak mau, komunikasi harus diperbaiki. Rapat penting empat mata mereka harus segera diadakan. Ganjalan-ganjalan dan keberatan harus didiskusikan. Setelah itu, satu dari dua jenis keputusan tadi adalah jawabannya. Dan, this is it…. Blash…seketika, Tuhan sang Maha Pemilik Hati, memberikan keyakinan kepada mereka berdua untuk mengecap manisnya apa itu cinta. Barakallah, sahabat, semoga jalan selanjutnya dimudahkan Sang Pemilik Cinta. Congrats yee… ^_^




Jumat, 21 Oktober 2011

Something New

serasa ada yang berbeda dalam kunjunganmu kali ini? yup,, ada beberapa perubahan yang saya lakukan pada blog ini. kamu yang sering bermain-main di'padang ilalang' ini sebelumnya pasti 'ngeh' banget dengan perubahannya. ga tahu kenapa tiba-tiba aja ada kebosanan dengan template saya sebelumnya yang manis banget berlatar pink. pengen sesuatu yang simpel dan 'teduh' dengan warna putih. setelah browsing nyari-nyari template yang dominan putih, ternyata tidak mudah buat yang cocok di hati. seharian ini saya masih mengutak atik dan mencari-cari dimana....dimana....dimanaaa..... :D tapi belum juga ketemu. belum putus asa sih, masih semangat mengobrak-abrik, tapi buat sementara pake punya blogger dulu, yang bertema simpel dengan latar belakang putih ini. 

jika kalian nyasar kesini karena kaget 'celoteh dandelion' ini blog siapa, maka saya beritahu, sini.... hihihihi...hmm,, ternyata memang kebosanan sedang melanda saya. nama blog saja harus saya ganti. jadi "Celoteh Dandelion" ini adalah si "Bunga Rumput di Padang Ilalang", :D alasan kenapa diganti, idem, yaitu pengen sesuatu yang baru tanpa mengurangi makna dari si bunga rumput. bukankah dandelion adalah si bunga rumput yang cantik yang ada di padang ilalang?? nah tanpa mengurangi tema dari blog ini, maka si bunga rumputpun berganti nama, entahlah esok-esok apakah akan kembali lagi ke bunga rumput jika bosan datang melanda saya kembali, hehehehe..... *ga jelasssss..... :p

ya udah deh ya, saya cuma mau kasih tahu itu aja, :D :D selamat datang di padang ilalang, bermain-mainlah dengan helaian dandelionnya.... ^_^

happy blogging, temans... :)



Jumat, 07 Oktober 2011

diklat for fun

Seminggu ini terasa berlalu begitu saja, tanpa perlu capek menghitung hari. Berbeda dari minggu-minggu biasanya. Kamu tahu kenapa? Karena... saya di utus kantor untuk mengikuti diklat di Badan Diklat Provinsi. Awalnya sempat khawatir juga karena diklat yang akan saya ikuti ini berhubungan dengan penatausahaan keuangan daerah. Nah lho....:p Kamu ngapain disana Cha???? Hehehe,,saya juga manyun waktu di bilangin Pak Bos mengikuti diklat ini. Secara latar belakang pendidikan saya bukan temen-temennya ekonomi dan keuangan. Di kantorpun saya bukan bendaharawan atau pembantu bendahara atau orang yang notabene kerjaannya ngurusin duit. Makanya waktu surat tugas itu ada di tangan saya, saya masih bingung, why me gitu lohh... ^^

Tapi walau bagaimanapun juga, saya tetap semangat menerima tantangan ini. Kekhawatiran harus segera dilenyapkan. Bayangan suatu warna baru yang akan saya dapatkan berkelip-kerlip indah dalam pikiran. Saya harus coba menerima tugas dan kesempatan ini. semua hal saya persiapkan menjelang mengikuti diklat. Mulai dari ngumpulin baju putih, membuat surat perintah tugas, sampai persiapan mental jika andai di diklat hanya saya seorang yang bukan orang keuangan. Kalau iya, melongolah saya dan saya tidak mau hal itu terjadi. Walau bukan orang keuangan, saya bisa mengikuti diklat ini, dan saya akan mempelajari suatu pelajaran dan pengalaman baru. Dan jikapun bahan ajar di diklat nantinya akan sulit saya pahami, setidaknya saya akan memiliki koneksi dan kenalan dengan rekan-rekan dari SKPD lain. Tepe-tepe mah kata abegeh... hehehehe....

Ternyata, lima hari yang saya lalui seminggu ini terasa lain. Tidak ada rutinitas kantor dengan apel pagi dan apel sore yang harus dijalani. Berangkat ke diklatpun agak siangan, tidak seperti jam kantor. Tidak ada pulang kantor yang seenaknya aja, Semua manut dengan peraturan diklat yang telah disepakati. Diklatpun berlangsung santai dan tidak diribetkan dengan hal-hal yang rumit. Pesertapun satu sama lain mudah bersosialisasi dan bersahabat. Kebanyakan peserta adalah yang memang sudah malang melintang di dunia perbendaharaan atau keuangan.  Tapi saya mah cuek aja, karena juga ada temennya yang bukan dari keuangan. Jadi saya ga melongo sendiri, hehehe...

Memang dasar namanya diklat ya, metode pengajaran yang dilakukan tetap saja monoton. Seperti kaya belajar di kuliahan. Pematerinya hanya duduk menerangkan slide. Sementara kami para peserta sibuk dengan urusan msing-masing. Saya yang memang di awalnya tidak paham dengan apa yang sedang dibicarakan pemateri, lebih memilih meoret-oret kertas catatan dengan tulisan dan gambar-gambar aneh, dan sesekali mengganggu peserta lain dengan pernyataan, "saya ga ngerti ini lagi bahas apa"

Pada hari pertama sampai hari ketiga sukses saya lewati hanya dengan memandang slide di depan dengan tampang pura-pura mengerti. Kata temen saya dulu dikuliahan, saya sangat jago dalam memasang tampang, hahahaha.... Dan itu yang saya praktekan saat itu. Dan sayapun sukses melalui tiga hari dengan hanya senyum-senyum tebar pesona doang.
Materinya berat, bagi saya yang anak teknik yang lebih suka kepraktisan. Terlalu njlimet memang soal uang-uang ini. Saya lebih tertarik ketika ada pemateri menjelaskan memakai diagram alir dan mengadakan diskusi kelompok. Lebih masuk ke benak saya daripada harus mendengarkan pemateri berceloteh di depan kelas. Akhirnya pada hari ke empat dan kelima, untuk menghindari kebosanan dan mengurangi dosa mengganggu orang lain saya memutuskan membawa si lappy ke kelas. Jika materinya kurang menarik, saya lebih memilih fokus dengan si lappy dan blog saya dibandingkan harus memasang muka pura-pura mengerti lagi, hehehe.... Toh saya berpikir, materinya bisa saya copy dan saya baca di rumah. 

Lepas dari keadaan itu semua, hari-hari saya jalani dengan ceria. Tidak ada beban pekerjaan kantor yang harus diselesaikan. Semua peserta sepertinya memang menjadikan diklat sebagai ajang untuk menyegarkan/ merefresh pikiran dari rutinitas kantor yang cukup membosankan. Usia para peserta beragam. Mulai dari CPNS seperti saya yang baru lulus tahun ini sampai dengan ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah dinas bertahun-tahun sebagai abdi negara. Tapi, walau usia yang bertaut jauh, tidak ada jarak diantara kami. semua melebur bercanda dan berbagi. Baik berbagi ilmu dan pengalaman maupun berbagi permen dan kacang goreng di sela-sela belajar dan traktiran pempek di waktu jam snack pagi, hehehe...

Jam istirahat snack dan makan siang adalah jam favorit kami. Ya iyalah, hahaha... =D
Yang membuatnya begitu istimewa adalah kami akan berkumpul, berbagi cerita, dan bercanda sembari menikmati teh atau kopi dan kue-kue yang disediakan panitia. Dan kamilah, anak-anak baru yang sering menjadi bahan becandaan, tapi seneng aja,,,,dan setelah itu, kami akan dapat traktiran pempek dari para senior-senior itu (baca: ibu-ibu, red). O iya, kalian jangan heran yah, kalau di daerah Jambi dan Palembang, pagi-pagi orang-orangnya terbiasa sarapan pempek lengkap dengan cuka pedes asemnya...hmmm....yummmyyy.... saya juga jadi terbiasa  jadinya. Dan setelah makan siang, setelah sholat Zuhur di mesjid, berbaring bersama sambil berbagi cerita menjadi acara kami menjelang jam setengah dua.Ada saja topik pembicaraan yang bisa dibahas. Mulai dari berbagi pengalaman sewaktu mengikuti prajabatan sampai masalah jodoh.... teteeeeuuppp ^^

Tak terasa, lima hari terlewati sudah. Tiba-tiba saya begitu malas untuk meninggalkan diklat ini. Kedekatan sebentar yang terjalin begitu nyaman di hati saya. Dan hari Senin depan saya harus kembali melaksanakan rutinitas kantor. Bekal dari ilmu keuangan memang belum banyak saya dapatkan, karena kebanyakan bengongnya, tapi saya akan belajar. Diklat ini hanyalah sebagai media penyampai proses belajar, namun belajar yang sebenarnya adalah bergantung pada kemauan dan kesanggupan kita untuk menerima tantangan. Belajar bukan hanya sekedar teori yang tertera dalam slide pemateri, tapi bagaimana teori-teori itu bisa menjadi pendukung pengalaman kita dalam mempelajari sesuatu. Dan hasil belajar dari diklat tersebut bukan hanya sekembalinya saya dari pelatihan ini saya akan bisa melakukan semua penatausahaan keuangan saja, tetapi juga bagaimana saya bisa menjalin hubungan yang baik dengan sesama peserta lainnya. Lima hari dalam kebersamaan membuat kita menyadari bahwa belajar tak hanya terkungkung dengan pola pikir kita tapi bagaimana memperluas cara pandang dalam mengelola pola pikir tersebut. dan diklat ini memberikan isyarat tak tertulis akan hal itu. 

Hari Senin depan saya akan kembali ke kantor, kembali dengan rutinitas yang mungkin akan menjenuhkan, tapi saya akan kembali dengan baterai full-charged akan sebuah semangat untuk tetap belajar. Happy do your routine, pals... ^_^



Jumat, 29 Juli 2011

5 cm

pict from here

"biarkan mimpimu, cita-citamu dan keyakinanmu menggantung dan  mengambang 5 centimeter di depan keningmu. hingga ia takkan pernah lepas dari matamu..

dan setelah itu kamu hanya perlu kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdo'a.." 

~5 cm~  Donny Dhirgantoro







Rabu, 06 Juli 2011

si Fluid of Life

pict from here
Iseng pagi-pagi googling di internet nemuin satu artikel yang cukup menarik. Judul artikelnya "8 Keajaiban Minum Air Kelapa". Saya temuin ini di situsnya ACIL (anak Cinta Lingkungan), punya Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Walaupun situs ini ditujukan buat anak-anak yang otomatis tentu artikelnya juga untuk anak-anak, tapi bagi saya yang sudah tidak anak-anak lagi ini (hehehe... :D ) baru tahu ternyata air kelapa itu banyak manfaatnya selain untuk penghilang dahaga dan obat sakit campak (saya tahu ini waktu kecil sakit campak dan diberi minuman air kelapa muda + kuning telur kocok). Dan ternyata khasiatnya lebih dari itu.

Menurut artikel yang ditulis oleh Bapak R. Susanto dari Kementerian LH tersebut menyebutkan manfaat air kelapa bagi tubuh adalah:
  1. Air kelapa lebih bernutrisi ketimbang susu penuh (whole milk) karena tidak mengandung kolestrol dan rendah lemak
  2. Air kelapa dapat memperbaiki sirkulasi darah dan dikenal mampu membersihkan saluran pencernaan
  3. Air kelapa tidak hanya akan membuat sistem kekebalan tubuh Anda lebih baik, tetapi juga membantu tubuh melawan beberapa jenis virus penyebab penyakit.
  4. Jika anda mengidap batu ginjal, biasakanlah meminum air kelapa secara rutin. Kebiasaan meminum air kelapa akan membantu memecah batu ginjal dan memudahkan mereka keluar dari tubuh.
  5. Air kelapa juga dikenal sejak dahulu dapat menyembuhkan gangguan saluran kencing? Segelas air kelapa akan meredakan rasa sakit akibat susah kencing
  6. Jika anda masih merasa pusing karena mabuk, tak ada yang memulihkannya dengan cepat selain mengonsumsi air kelapa.
  7. Air kelapa yang rasanya lembut sangat kaya akan elektrolit dan potassium. Potassium dapat membantu tubuh mengatur tekanan darah dan fungsi organ jantung
  8. Air kelapa dapat mempercepat naiknya trombosit bagi penderita DBD dan menurunkan demam (trombosit turun karena dipakai untuk mencegah pendarahan, karena demam tinggi mengakibatkan pengentalan darah, dan pori–pori pembuluh darah membesar. 
Air kelapa memiliki kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, bahkan Badan kesehatan Dunia (WHO) menyebut air kelapa sebagai Fluid of Life atau Air Kehidupan. Nggak kalah hebat lagi, Journal of Physiological Anthropology and Applied Human Science menyebutkan, air kelapa merupakan minuman dehidrasi terbaik dibanding air mineral murni.

O iya, air kelapa yang dimaksud di sini adalah air kelapa muda, karena memang hanya air kelapa muda yang enak diminum karena rasanya yang manis sedangkan air kelapa tua yang dagingnya dijadikan santan itu airnya tidak seenak air kelapa muda. Dan memang tidak disangkal, hampir semua orang menyukai air kelapa muda ini. baik itu diminum langsung dari batoknya maupun yang sudah diolah. dan bahkan, sekarang ini air kelapa muda sudah ada yang dibuat menjadi minuman dalam kemasan.
pict from here
Jadi bagi yang ingin praktis dan agak susah mencari pohon kelapa atau si mamang yang jualan kelapa muda, tinggal cari di mini market atau foodmart di sekitar tempat tinggal kamu. Yuk, belanjaa... ^_^..









Senin, 04 Juli 2011

Berasaklah dan Kembalilah Melaut (lagi)

pict from google


Seekor pipit terbang merendah dan hinggap di tiang kapalnya. Sekejap ia memandang, pipit kembali terbang mengikuti kawan-kawannya. Tapi Re tak lepas memandangi laju terbangnya si pipit dan ekor matanya terus mengikuti kepak sayap mungil si pipit. Sudah semakin jauh si pipit terbang ke utara hingga tak terjangkau lagi oleh pandangan matanya, Re kembali menekur. Mencoba menghitung pasir di dalam genggamannya. Lelah menghitung, Re terdiam lurus memandangi samudra di hadapannya. Sore ini tak berangin hingga tak ada ombak besar yang pecah ke pantai.

Re mamandangi kapalnya. Badannya masih kokoh membusung. Kilapnya masih bercahaya terkena sinaran matahari sore. Tapi segagah apapun ia sekarang, tak ada gunanya jika ia tak bisa membawa ikan pulang dari melaut. Itu karena tiangnya yang patah terkena hempasan angin. Dan Re belum juga memperbaikinya hingga sekarang. Ia hanya sebuah bangkai yang teronggok di hamparan pasir memandangi kapal-kapal lain yang hilir mudik melaut. Iri sebenarnya mengusik, ia ingin melaut, menemani Re mencari ikan. Tapi entah apa salahnya, usaha Re mendandaninya dan membuatnya segagah bahtera, tak kuat menahan terpaan angin di tengah badai. Dan Re selalu pulang dengan tangan kosong. 

Sejak itu, Re tak bergairah lagi dengannya. Tapi kadang Re datang menemaninya menyepi di tepi pantai. Kadang Re masih mengusap-ngusap lambungnya. Kadang Re duduk disebelahnya mengajaknya bertukar cerita tentang masa-masa indah melaut bersama. Masa-masa berpetualang menaklukkan samudra walaupun hanya ikan-ikan kecil yang mereka dapatkan. Dan sekarang Re larut dalam diamnya. 

Di suatu kesempatan sore, ketika angin sepertinya bisa di ajak berkompromi dan sehari tadi langit cerah dan sepertinya akan banyak bintang malam ini, ia menyapa Re yang tengah duduk disampingnya menghitung pasir.

         “Tak kah kau rindu melaut?”
         “Itu impianku. Tak perlu kau pertanyakan”, jawab Re
         “Tapi kenapa tak diperbaiki. Aku haus akan asinnya air laut”
         “Aku ingin rehat sejenak”, ucap Re pelan
“Sudah terlalu lama aku menanti dan menjadi bangkai disini. Perbaikilah      dan marilah kita mencari ikan”, bujuk si kapal
         “Aku ingin rehat sejenak,” ulang Re
“Tak adakah kata lain selain mengatakan itu. Apa yang bisa kita perbuat disini? Aku bukan pajangan dan kau, apa yang kau dapatkan dengan hanya memandangi ombak di kejauhan? Ikan takkan datang jika kita tak melaut,”ungkap si kapal

Re memandang kapalnya sayu. 

“Aku tahu kau bukan pajangan. Tapi bisakah kau bersabar sebentar sampai aku menemukan kayu terbaik dari hutan sebagai pengganti tiangmu yang patah? Lihatlah dirimu sekarang? Takkan bisa kau pergi melaut tanpa tiang layarmu,”

Re melanjutkan,” Aku membuatmu dengan sepenuh hati, dengan seluruh kemampuan jiwa dan ragaku. Tapi tak jauh kita berlayar, angin itu merubuhkan tiangmu. Dan kau tahu, tiangmu adalah harapanku untuk melaut. Tanpanya takkan bisa kita berlayar jauh…”
“Ya…aku tahu itu… makanya janganlah hanya duduk disini, segeralah ke hutan, buatlah tiang terbaik agar ia selalu kuat di terpa angin dan badai. Aku sudah tidak sabar menjelajahi lautan,” ujar si kapal bersemangat
          “Mohon bersabarlah,.. suatu saat kita akan pergi melaut lagi…” jawab Re pelan
          “Apakah itu sebuah harapan untukku”, tanya si kapal tak sabar
          “Entahlah…”, jawab Re singkat

Re bangkit, dan berjalan meninggalkan kapalnya memasuki hutan.
  

Sabtu, 02 Juli 2011

The Third

Wuih...wuih....ga nyangka dapet award lagi. Tengkyu buat Astian si empunya Astian Golden Blog yang sudah sudi menempatkan blog Bunga Rumput di Padang Ilalang dalam deretan penerima award.. (hehehe...serasa di atas panggung kalo ngomongnya kaya gini... ^_^ ).

Pajang dulu ah awardnya.. Jreng...jreng...... :)



hmmm..katanya PR dari award ini, harus dibagikan ke 5 orang teman blogger lainnya...sapa yah?? Gimana kalo.....

5. Ndez

Yo wis...selamat ber blogging temans.... ^_^




Senin, 20 Juni 2011

Tentang Saya, 10 saja...

Satu hari yang lalu dapet tag-an dari Yenny Hamida yang punya blog Hamida's Note tentang kewajiban meneruskan bercerita dan berbagi mengenai saya, siapa saya dan bagaimana saya. Yah, kurang lebih begitulah... :D Ini permainan yang cukup menyenangkan dan bermanfaat, karena kita jadi lebih mengenal sesama teman blogger bukan hanya dari tulisannya saja, tapi kepribadian, like dan dislikenya dia. Penggambaran tentang saya dan siapa saya ini sebenernya pernah saya posting pada postingan The First. Waktu itu untuk menjawab PR yang diberikan oleh Zasachi yang telah memberikan saya award. Berhubung waktu itu tugasnya hanya 8 (delapan), jadi sekarang saya harus ceritain 2 (dua) hal lagi tentang saya. 

Jadi, siapakah saya?? Saya adalah...^_^

  1.  Gadis bertubuh mungil tapi manis (*gubrak....hahahaha.... :D) Secara pertama kali jika mengenal seseorang pasti pengen tahu penampakannya seperti apa. ya kan...ya kan...??? Nah begitulah saya, kecil dan simpel (*sederhana)
  2. Pertama kali kalian kenal atau bertemu saya, pasti banyak yang berpikir saya orangnya sombong dan pendiam banget (soalnya saya sering denger gosip yang beredar tentang saya seperti itu...:D). Tapi sobs, kalau lama-lama berteman dan pas nyambungnya, saya malah sebaliknya. Dan kalau kalian tanya pendapat teman-teman deket saya, pernyataan mereka akan bertolak belakang dengan  apa yang dibilangin orang-orang yang bergosip tentang saya sebelumnya...wkwkwk...:D
  3. Saya adalah perempuan biasa yang keras kepala (*ini kata orang-orang, tapi menurutku biasa ajah,,, ^o^)
  4. Saya tidak suka keramaian. lebih senang menyendiri sepi atau berada di sekitar orang-orang terdekat dan melakukan hal-hal yang fantastis bersama mereka tanpa harus melibatkan banyak orang
  5. Saya suka pantai amat teramat sangat. tidak tahu kenapa, saya sangat suka dengan deburan ombaknya, desau anginnya, liukan burung camarnya, dan hamparan samudranya. saya pernah punya impian untuk memiliki rumah pantai bercat putih. mudah2an suatu hari nanti terwujud ya,, T_T 
  6. saya menyukai malam. yah,,malam dengan kelam dan terang cahaya bulannya, dengan kerlip bintang-bintangnya dan keheningannya. Kalian tahu inilah waktu yang sangat tepat jika ingin 'berdua' dengan Rabb
  7. saya paling benci dibohongi, didustai, diselingkuhi pokoknya hal-hal yang berbau pengkhianatan oleh orang-orang terdekat. Siapapun mereka, saya akan sangat sulit menerima kebohongan itu, walaupun dengan niat yang baik sekalipun.
  8. saya adalah orang yang lebih mementingkan perasaan daripada logika. hahaha,,,cewek banget ya??? ^_^ karena bagi saya hatiku adalah rajaku, setiap hal yang saya lakukan adalah bagaimana hati saya bisa senyaman mungkin melakukannya. Namun begitu, pada hal-hal tertentu saya juga bertindak berdasarkan logika juga, tapi  lebih sering pake perasaan sih,,, ho ho ho ^__^
  9. saat ini saya merantau mencari hidup dan kehidupan meninggalkan kampung halaman. jauh dari orang-orang terkasih (ehm...suit..suit....:D ) tapi sangat mencintai kampung halaman, Ranah Minang Tacinto.
  10. waduuh,,,,apalagi ya?? hmm,,,saya berbintang cancer, dan hampir semua sifat cancer itu benar ada pada saya ,,hahahaha,,apa saja itu,,, itu PR buatmu yang membaca tulisan ini.. *_^  soalnya kalau saling mengenal itu kan sifatnya dua arah, saya sudah mengenalkan diri, sekarang giliran kamu yang mengenal saya dengan sendirinya. Siippp???? Sipp aja yah..hehehe...:D

    Nah, sekarang saya harus melanjutkan tag an ini juga kepada 10 teman blogger. Hmmm...:D
    6. Iraz
    8. Mimi

    Ffiuuhh...tunai sudah deh utang PR dari Yen. Buat yang kena tag ayo dilanjutkan permainannya...^_^
    Happy blogging, temans... :)



    Sabtu, 18 Juni 2011

    Ceritalah, dan Setelah Itu Tersenyumlah...

    Pict from here

    Langit kelam dan hujan sedang membasahi kota. Perbincangan panjang dengan seorang sahabat menjelang siang kemaren membuat saya memaknai satu hal lagi dalam menjalani hidup. Saya menyudut di tepi ranjang mendengar ceritanya. Sebuah kejenuhan sedang melandanya. Dan sebuah kegamangan yang akan dihadapinya sedang menakutinya. Hal yang pernah saya rasakan 21 bulan yang lalu. Tidak sama persis memang tapi mirip. Kecewa terhadap suatu keinginan yang ingin kau dapatkan, kemudian ditinggal pergi oleh rekan-rekan yang selama ini menjadi tempatmu berbagi, mengadu dan bercerita mengenai kesulitan pekerjaan dan hidup. Kemudian, kau ingin pergi dari tempat itu, mencoba suasana baru dengan level kehidupan yang lebih layak dan meningkat. Dan belum hitungan bulan seorang sahabat lain juga pernah menceritakan hal yang sama. Mungkin karena pernah merasa senasib, saya merasakan kegundahan mereka. 

    Mengambil keputusan dalam keraguan memang sangat sulit. Bahkan mungkin pernah terpikir hal itu tidak akan mungkin terjadi. Hingga semakin terlarut dalam kegundahan hati. Banyaknya pertimbangan yang harus diambil membuat pikiran menjadi tak terkendali. Dan disaat seperti itulah, sebuah dorongan dan masukan dari orang-orang terdekat sangat berarti. Bukan hanya untuk mencari nasehat atau petuah bijak, tapi dengan mengungkapkan dan bercerita saja sudah membuat hati sedikit lega. Beban dapat dibagi, tapi tentu saja dengan orang-orang yang tepat dan bijak.

    Saya terkadang tersenyum sendiri. Melihat sahabat saya tersenyum setelah bercerita dan mendapatkan sedikit ‘pencerahan’ (ehm,,ehm,,,) membuat saya geli memandangi diri sendiri. What I have done for them?? And how about yours?  Entahlah, kadang menasehati itu mudah. Menjadi bijaksana tiba-tiba disaat melihat kesedihan orang lain sangat sering terjadi pada saya. Padahal, saya sendiri  entah bagaimana pula jika sedang dalam bersedih. Tapi itulah gunanya sahabat, orang yang akan selalu mengingatkan kita disaat lupa, orang yang akan menepuk pundak kita disaat lengah, dan orang yang akan tersenyum jika kita bahagia. Mungkin saat ini saya yang menasehati, entah nanti di lain waktu, saya yang mengalami kejadian yang sama, atau sebaliknya. Atau kadang, jika sama-sama mengalami masalah, bisa dicari bersama juga penyelesaiannya, hehehe,,, :D




    Selasa, 07 Juni 2011

    The Second


    Menyadari kalau akhir-akhir ini blog ini agak tertelantarkan, rasa bersalah saya merutuki pikiran yang akhir-akhir ini juga entah kemana. Sampai sempat terlintas kalau kemampuan dan kemauan saya untuk menulis mulai memudar. Bukan hanya untuk blog ini, yang memang saya khususkan untuk tulisan-tulisan yang antah berantah (tapi mudah2an ada sesuatu yang bisa diambil dari ceritanya), tapi juga blog saya di Ceritasha yang khusus mengenai kemampuan menulis daya khayal saya. Blogwalkingpun tak segencar dulu, sehingga mungkin ada beberapa teman-teman blogger yang sudah lupa dengan blog ini. 

    Tapi, dari kealpaan tersebut, tiba-tiba suatu hari kemaren saya dapet pesen dari Dhila, pemilik blog dhiLa's WORLD kalo saya dapat award dari dia. Saat itu, karena kegirangan, langsunglah ke rumahnya dila untuk memboyong awardnya dan berjanji akan segera memajang dan men-copy pictnya. Tapi hari ke hari, dengan segala urusan yang memenuhi pikiran, award dari dhila sempat terlupakan...(^_^ maap...maap...ya dil....). Dan saat ini, saya benar-benar ingat kalau hutang pajang award harus segera saya bayar. Untuk Dhila mohon maaf sangat kalo award kamu sempat terombang-ambing di tangan saya. Okaylah, ini dia awardnya dari dhila, taraaaaaa..........


    O iya mengenai gimana kelanjutan award ini, saya rada bingung apa saya harus membagikan award ini ke 15 orang teman blogger lainnya atau tidak, karena waktu itu dhila mendapatkan 2 buah award yang dipajang pada waktu bersamaan. Tapi cukup meragukan juga, apakah award yang ini dengan kewajiban menyebarkan kepada 15 teman blogger lainnya atau awardnya yang satu lagi. Whatever itu, siapapun teman  blog Bunga Rumput di Padang Ilalang ini berhak mendapatkan award dari saya. Siapapun kamu, yang membaca postingan ini juga berhak memboyong award ini ke blognya kamu. Ini sebagai ungkapan rasa terima kasih dan penghargaan saya terhadap kunjungan kamu semua.

    Okay, temans, happy blogging....^_^



    Jumat, 03 Juni 2011

    Kemengertian


    pict from google

    Kadang kemengertian itu yang sulit untuk diungkapkan
    But one person has their own way, right?

    Jika kemengertian itu dapat dipahami
    Tak kan ada lagi yang merasa tersakiti

    But sometime, something are better left inside
    Don’t call them secrets
    Those are understanding




    Sabtu, 30 April 2011

    Ku Menunggu


    Rossa - Ku Menunggu

    Senyum saya selalu mengembang jika mendengar lagu ini... 
    ...^_^...




    Minggu, 03 April 2011

    Dewek-an be...

    Apa yang terlintas di pikiran kalian waktu membaca judul diatas? Mengernyitkan dahi?  Sama. Saya juga melakukan hal serupa begitu mendengar ungkapan diatas. Artinya, kalau dalam bahasa Minang, asal saya, sama dengan surang se.  Ada kemiripan pada ujungnya kan? Kalo diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia artinya ‘sendirian saja’. Jadi, itu bahasa apa? Trus  kenapa jadi judul postingan saya kali ini? Tentang apa yang mau dibicarakan? Okay..pertanyaan-pertanyaan itu akan terjawab sekaligus mengobati rasa penasaran kalian kenapa beberapa waktu lalu Padang Ilalang ini semakin merimbun tak terurus, kemana perginya saya. Halaaahh…#sapa  juga yang nyariin  :p

    Hampir memasuki satu bulan saya berada di kota ini. Kota Jambi. Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.  Kota yang tak pernah terpikir oleh saya sebelum-sebelumnya sebagai tempat untuk mencari hidup dan kehidupan. Walaupun bertetanggaan dengan Sumatera Barat, saya belum pernah mengunjungi salah satu Kota/ Kabupaten yang ada di Propinsi ini.  Dan ini adalah kota kedua saya hidup di perantuan. Sebelumnya sempat merasakan kehidupan dan hiruk pikuk kota Jakarta dan Tangerang. Dan kali ini, kota Jambi memberikan saya sebuah harapan untuk sebuah masa depan. Insyaallah, amanah masyarakat dan pemerintah Provinsi Jambi dapat saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Semoga.

    Peta Provinsi Jambi

    Perjalanan awal ke kota Jambi dari kota saya, Padang, Sumatera Barat, terasa sangat mengesankan. Jangan pikir karena kedua provinsi ini bertetanggaan, bisa ditempuh dalam waktu singkat. Saya membutuhkan waktu sekitar 10-12 jam ke kota Jambi. Perjalanan dapat dilakukan dengan menggunakan bus sore atau malam.  Berangkat jam 19.00 WIB dari Padang sampai di kota Jambi kira-kira pada pukul 07.00-08.00 WIB, bahkan bisa lebih tergantung situasi di jalan.  Bus hanya berhenti pada waktu makan malam dan Isya kira-kira pada pukul 20.00 WIB dan sholat subuh pada pukul 05.00-05.30 WIB. Selain bus, bisa juga menggunakan jasa travel dengan biaya sedikit lebih mahal  jika dibandingkan dengan naik bus. Tapi waktu tempuh kurang lebih sama. Saya cukup mengeluhkan perjalanan yang membuat badan saya lelah dan mengantuk ini keesokan harinya, karena seharian duduk lama di sepanjang perjalanan. Dulu, konon kabarnya pernah ada pesawat yang berangkat dari Padang ke Jambi. Tapi mungkin karena peminatnya yang sedikit hingga rute perjalanannya ditiadakan. Jika maksa harus naik pesawat, kita harus transit dulu ke Jakarta, hehehe…. :D

     Provinsi Jambi ini sangat luas. Terbukti dengan jarak tempuh antar kota dan kabupatennya sangat jauh. Terasa sangat berbeda dengan Sumbar saya, yang dalam satu hari kita bisa mengunjungi beberapa objek wisata di kota dan kabupaten yang berbeda. Sedangkan di Jambi waktu kita lebih banyak habis di perjalanan. Saya sempat terkaget ketika menanyai teman yang tinggal di Kota Sungaipenuh mengatakan bahwa Jarak Sungai Penuh-Jambi sama dengan jarak Sungai Penuh-Padang. Ck…ck…ck.... Yah, begitulah, Jambi memiliki wilayah yang cukup luas. Yang 60% lahannya merupakan perkebunan dan kehutanan. Jadi jangan kaget, di sepanjang perjalanan akan lebih banyak menjumpai hutan dan perkebunan sawit.

    Mengenai objek wisata di Jambi setahu saya yang baru mengenal kota ini dan juga menurut pengakuan beberapa teman disini, Jambi tidak memiliki objek wisata sebanyak di Sumbar. Objek wisata alam hanya bisa di temukan di Kabupaten Kerinci lengkap dengan danau, gunung dan kebun tehnya. Sedangkan di kota Jambi sendiri, Sungai Batanghari yang sangat luas itu menjadi andalan pariwisatanya. Saya pernah menyebrangi Sungai ini dengan menggunakan perahu atau orang-orang disini menyebutnya ketek. Sayang, air sungai ini berwarna kuning, mungkin karena kandungan lumpurnya yang cukup tinggi yang dibawanya dari hulu. Sungai Batanghari inilah menjadi tempat bagi masyarakat untuk menghabiskan liburannya selain pusat perbelanjaan/ mall. 


    Sungai Batanghari

    Masyarakat kota Jambi sendiri banyak dihuni oleh perantau/ pendatang, apalagi dari Sumatera Barat. Cukup banyak saya temukan urang awak  disini. Tidak dimana-mana, orang Minang ini selalu ada saja. Dulu waktu masih di Tangerang pun, sangat banyak saya menemukan orang Minang. Dan bertemu orang sekampung di perantauan merupakan  kebahagian tersendiri ^__^. Tapi tentu saja, ke-MInang-an mereka sudah terintegrasi dengan budaya setempat, karena bagi orang MInang, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, tanpa melupakan dan meninggalkan kebudayaan Minang yang sebenarnya. Jadi walaupun pada awalnya saya bertemu mereka dengan logat dan bahasa Jambi tapi ternyata setelah mengetahui kalau berasal dari ranah Minang, bahasa Minang masih terasa kental keluar dari mulut mereka. Dan itu membuat saya bahagia sebagai rang awak.

    Saya tidak tahu untuk berapa lama saya akan tinggal disini. Saat ini Jambi sudah memberikan saya sebuah harapan. Harapan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Rencana Tuhan memang selalu membuat saya tercengang dan tersenyum. Penuh rahasia dan kejutan. Terimakasih ya, Rabb untuk amanah ini.

    LinkWithin

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...